| Mimiti | Kenapa begini

Hari sudah hitam,namun tidak pekat karena sudah ada listrik disini, yang menyebabkan aku membuka handphone bukan buku, membuka lockscreen bukan halaman, yang menyebabkan diriku membuka aplikasi bernama whatsapp yang apabila kata itu dipisah menjadi whats app dan kuterjemahkan menjadi app apa, sudahlah tidak penting, yang terpenting aku lanjut kenapa aku buka aplikasinya, aplikasi yang mengakibatkan penggunanya bisa berinteraksi jarak jauh maupun dekat tanpa harus saling tatap dan bicara, disana aku bisa melihat apa yang ingin orang lain sebarkan agar semua tau atau apabila dipersingkat "status" namanya, membuat diriku secara sengaja mengklik salah satu apa yang teman ku share, aku membaca dan aku mau juga, menulis di blog. Inilah tulisanku, tidak patut kau baca, karena didalamnya ya biasa saja, tidak mau di atur, seenak diriku saja, tapi aku harap kau suka karena aku pun suka karena kau mau baca, mungkin untuk yang pertama ini perkenalan singkat saja, oke baikkkkkk.

Nama ku imam Aulia rahman, orang orang  biasa memanggilku imam, gendut atau suritmam, di SMA aku dapat satu lagi nama panggilan, yaitu imem, entah apa dan siapa yang mulai memanggil nama itu, yang pasti aku akan sadar ketika ada yang berteriak  karena dipaksa mendengar oleh telingaku.

Tinggi ku 179 cm belum termasuk tinggi mimpiku sedangkan berat dari tulang, daging, darah, kuman, serta komponen lain yang jika dipersingkat namanya adalah berat badan yaitu 70 kg, tidak tahu kenapa aku selalu memakai angka itu, padahal aku sangat yakin, setiap aku selesai makan dan minum berat badanku pasti bertambah, termasuk saat aku buang hajat pun pasti akan berkurang, biarlah begitu, agar aku selalu menganggap tubuhku ideal, terserah.

Aku adalah anak dari seorang pria dan wanita, yang sama sama punya ibu dan bapa. Aku lahir 5 hari setelah presiden ke-4 bapak aburrahman Wahid atau biasa kita panggil gusdur resmi mundur dari posisinya sebagai presiden, malam itu ia keluar istana dengan kaus oblong dan celana pendeknya, 5 hari setelahnya aku keluar tidak dengan kaos oblong dan celana pendek, ya ! Tentu saja tidak.

Imam kecil adalah anak yang tumbuh dalam lingkungan dan suasana yang ada pada saat itu, kenapa begitu ? Karena bagaimanapun lingkungannya aku akan selalu bisa membuat diriku senang, ya hanya diriku, orang lain senang atau tidak, terserah mereka, itu bukan urusanku, terlalu egois katamu ?? Ya, memang, tapi terserahku , urus saja kambing jangan diriku!

Tadinya aku ingin mengakhiri tulisanku malam ini, pada kalimat sebelumnya, tapi setelah ku baca lagi, ternyata belum ada apa apa aku menulis, tapi aku ngantuk, mata ini memaksaku untuk tidur,
Tapi aku tidak tega mengakhiri tulisan yang jelas jelas sedang kau baca, mungkin, aku anggap ada saja, yasudah ya nanti aku lanjut dalam waktu yang tidak kutentukan karena waktu sudah ditentukan di kalender aku hanya memilihnya, dadah, sampai jumpa lagiii muaaahh






Komentar

Postingan populer dari blog ini

terus hidup

terpendam

langkah kaki