Bukur jagung
Mamah dan Abi pergi keluar rumah, menuju pasar malam di sebrang sana, menyebabkan diriku bersama Dafa, menjadi teman sepertidurannya, aku tidak benar benar tertidur, supaya tahu kalau dia nanti lari kemana, tidak sampai lima menit mereka pergi, Dafa terbangun, saya belum, sengaja , supaya Dafa nangis dulu, setelah kira kira 3-5 menit, saya bangun sambil memanggil manggil namanya, seakan akan dia hilang namun masih terdengar, aku sengaja, supaya panik, aku keluar masuk kamar agar suasana menjadi terasa lebih nyata, nyata jailnya, setelah puas, aku duduk disebelahnya, seraya mata yang langsung menatap. "Dafa ?? Kenapa nangis, ko tadi ga keliatan ??" Ucapku agak serius, "eeeee eeeeee eeeee eeeee eeeee" jawab dia yang kudengar, sebenarnya itu masih menangis,memang bagaimana penulisan menangis yang benar? Huhuhu ? Ah Kurasa tidak begitu, "eeeee eeeee eeee" jawabnya masih dengan suara yang sama, ah mamah pulang. Dafa sudah tenang ,menyebabkan saya mengajak Abi...